Wednesday, February 25, 2009

PARESIS ITU MENYERANG JIWAKU...

Kawan..
tahukah kamu apa yang dimaksud dengan paresis??
Istilah paresis sering digunakan untuk menggambarkan satu kondisi yang menyebabkan terjadinya kelemahan pada anggota tubuh. Kelemahan ini dapat menyerang anggota tubuh untuk satu sisi tubuh yang sama (misalnya tangan kanan dan kaki kanan), kondisi ini yang disebut dengan hemiperese. Adapula kelemahan yang melibatkan kedua belah tangan saja (tidak pada kaki)..disebut dengan paraparese. Adalagi yang menyerang seluruh anggota badan (atas-bawah, kiri dan kanan)...ini yang disebut dengan tetraparese.....
Biasanya orang yang menderita paresis--entah itu masuk kategori yang mana-- biasanya akan merasa powerless..allias gak berdaya..
Seperti ini kira-kira contohnya..mau makan mangga tapi gak bisa ngupas... Mau mandi tapi gak bisa pegang timba (ehh boro-boro pegang timba...kudu bangun dari tempat tidur aja susahnya minta ampyuuuunnn)... Kebelet pipis tapi gak kuat buat buka resluiting clana...jadi kesimpulannya lemah tak berdaya dan butuh setidaknya satu asisten....
yahhhh..speerti itu lah kira-kira

Yang terjadi pada diriku entah paresis apa namanya...
Karena setelah berusaha mendiagnosa sendiri..tak kutemukan sedikitpun defisit neurologis yang bermakna. Artinya begini...kalau semua kondisi diatas dicari-cari dalam diriku..maka dokter lulusan manapun akan merasa frastuated karena gak akan menemukan kelainan organis apapun yang mereka cari..hehehe

Tapi aneh kawans....
Aku tetap merasa lemah...dan aku merasa belakangan ini aku gak mampu melakukan apa-apa. Otakku tetap berputar keras..berfikir hingga berdenyut-denyut menyakitkan karena kelebihan hormon serotonin...dan aku merasa jaras sinaptik dari otak ke organ motorik ku lumpuh..
sebab setiap kali aku ingin bergerak.... setiap kali itupula aku hanya bisa terhempas kembali ketempatku semula..tak berdaya..powerlesss..less..less

Aku hilang semangat...
Yang paresis justru jiwaku...dan aku merasa hal itu jauh lebih parah jika dibandingkan kelemahan organis manapun...
entah sampai kapan......

KARENA AKU SEORANG PEREMPUAN...

Perempuan itu....
menurut aturan yang entah secara sadar atau tidak diberlakukan sejak zaman kuda mulai belajar gigit roti (desert nya kali yaaa...karena setahu saya makanan utamanya yaa rumput itu) -- kewajibannya hanya berputar-putar pada persoalan yang tidak jauh dari perut --sebut sajalah persoalan dapur-sumur dan kasur..sukur-sukur kalo gak sampai babak belur...
Kalau ada yang berubah..paling-paling hanya urut-urutan dari ketiga suku kata tersebut yang sebetulnya sangat mudah mengikuti hukum aljabar...

MENEMBUS BATAS CAKRAWALA

Entah kenapa hari ini hatiku begitu gelisah..
Berulangkali kubolak-balikkan tubuhku diatas tempat tidur, mencoba mengurai satu persatu gerangan penyebab kegundahan itu... tapi tak jua kutemukan jawabnya.

Satu hal yang pasti adalah..perasaan seperti ini muncul setelah "Maryamah Karpov, mimpi-mimpi Lintang"- episode terakhir dari tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata -- kelar kubaca. Perasaanku seperti diaduk-aduk...kepalaku pening, selera makan ku menguap kering seperti cairan alkohol 90% yang tumpah lalu menguap tanpa bekas. Tidurku tak pernah tenang (itupun kalau sempat tertidur) karena setiap kali kelopak mataku mulai terkatup...wusshhhh.... seketika itupula bayangan aneh berkelebat lincah dimataku- selincah pesilat tangguh dari negeri China membuat kepalaku pening...mual...

Kenapa bisa begitu adanya???
Bagiku..orang itu terlalu berani bemimpi...sangat berani malah kalau bisa kubilang...dan kronis
Dan dalam setiap mimpinya diapun sangat berani menghembuskan nafas-nafasnya sekuat-kuatnya....
Hal itulah yang menohok dadaku bak seratus gurindam menghantam pectoralis-ku...menimbulkan perih teramat sangat

Mengapa aku tidak jua berani bermimpi seperti orang itu???
padahal aku punya "segala" yang dulu tidak dimilikinya (kecuali mimpi-mimpi itu barangkali..tapi rasanya tidak juga, karena ternyata aku punya beberapa)
Ku mencoba tuk memejamkan mata lebih lama..tak peduli pada kelebat bayangan itu yang semakin meliuk menggila. Kucoba menciptakan kembali semua mimpi-mimpi yang pernah tenggelam dalam lumpur keputus-asaan...bahkan yang terliar sekalipun...

Ayolah..manis...kalau dia bisa...akupun pasti bisa...karena aku dan dia sama manusianya...simpul-simpul mimpipun pasti tercipta dari jaras-jaras sinaptik hypothalamus yang memiliki struktur anatomi yang sama ...kenapa aku mesti takut???

Yahh..kenapa aku mesti takut???ketika nafas yang kuhembuskan juga sekuat orang itu mengisi setiap lobus paru-parunya dengan isapan oksigen..maka aku tak perlu takut...sisanya tinggal urusanku denganNYA

Thursday, September 11, 2008

An ordinary woman

Selepas pulang dari menghadiri hajatan seorang teman, kepalaku tiba-tiba terasa berdenyut-denyut..lumayan hebat karena efeknya terasa seakan bola mataku mau saja melompat keluar dari orbita-nya. Otot-otot leherku menegang, menimbulkan sensasi nyeri yang sangat tidak menyenangkan dari tengkorak belakang kepalaku..terus menjalar ke bawah hingga batas pundak dan punggung...membuatku merasa lelah sekaligus sakit yang luar biasa..hmmm.

Diatas mobil Hyundai-merah darah yang kami (aku, suami dan anak-anakku) tumpangi...aku terdiam (tak seperti biasanya), sebab biasanya aku akan selalu berkicau cerewet, menceritakan tentang hal-hal yang baru saja kami alami..walaupun aku yakin suamiku pun sudah pasti mengetahui setiap detil peristiwa tersebut..(wong kami duduknya tak terpisahkan heheheh...). Terdiam tanpa penyebab yang jelas (menurut suamiku). Tapi aku terdiam sesungguhnya karena sedang merenung (setidaknya aku merasa seperti itu :-))

Pandangan mataku kulempar keluar, menembus kaca mobil yang kabur karena berembun. Memandangi satu persatu barisan rapi pokok-pokok Eucalyptus yang kami lewati sepanjang perjalanan pulang ke rumah. Aku sibuk dengan pikiranku sendiri. Mencoba mencari penyebab sakit kepala dan ketegangan otot leher yang kurasakan. Tapi tak berhasil..
Alam pikiranku sesungguhnya sedang mencoba mencari satu hubungan harmonis antara keteduhan yang dihadirkan oleh kesempurnaan tatanan alam di kota ini (yang Subhanallah luar biasa indah) dengan perasaan nyaman secara fisik dan mental untuk tinggal, menetap dan membangun komunitas kecil di sini. Aku tersenyum sinis...
Dari ekor mataku aku melihat suamiku sedang mencuri pandang menatapku tersenyum. Aku yakin dia pasti sedang bertanya-tanya..hal apa yang sedang menguasai pikiranku hingga mampu membuatku terdiam dan akhirnya...tersenyum sendiri.

Pikiranku kembali melayang pada diskusi ringan dipesta tadi. Hhhhh...aku menarik nafas panjang, mencoba menghirup oksigen sebanyak mungkin sebagai suplemen segar otakku (yang sedang kelelahan)...lalu menghembuskannya keluar secepat mungkin. Menghasilkan desahan yang agak keras dan berat...Kembali aku melihat suamiku melirik ke arahku. Aku yakin, sekali lagi aku melakukan gerakan yang sama, maka serentetan pertanyaan akan tumpah ruah keluar dari mulutnya...padahal aku sedang emoh ngomong. Save energy- kata anakku, and feel reluctant to talk-bisik hatiku

Aureka!!!!....
Akhirnya aku tahu..diskusi tadi yang sedikit banyak memberi kontribusi pada nyeri kepala ini. Lho kenapa?? Karena aku tak berhenti memikirkannya, membuat metabolisme energy disetiap gyrus otakku meningkat tiga kali lipat...lalu menghasilkan sampah metabolisme penyebab nyeri kepala itu. Lalu kenapa aku tak berhenti saja memikirkan diskusi itu, kalau aku sudah tau tak akan berefek baik buat otak dan tubuhku?? sederhana kan?? gitu aja kok repoot...

Nooopp...tak se-sederhana itu kawan..
Pertama, karena tak mudah menghapus setiap entry memory di otakku begitu saja.

Kedua, karena isi diskusi tadi sebagian (berarti tak seluruhnya) membahas tentang gosip murahan yang berseliweran di ranah ini yang sejatinya teduh dan harmonis. Menurut wikipedia gossip (kata benda) berarti bentuk penyebaran informasi yang belum terbukti kebenarannya. Tak ada unsur konfirmasi, referens dan evidence-based yang jelas. Sedangkan gossip dalam bentuk kata kerja beraarti kegiatan penyebaran informasi yang belum tentu benar adanya...berujung ke fitnah. Ketika ketiga unsur ilmiah diatas alpa, maka secara saintifik...informasi itu mentah adanya, tak bisa diterima. Persoalan yang kemudian timbul adalah...hampir sebagian besar anggota komunitas perantau ini adalah pelajar sekaliber master dan doktor (yang kemampuan analisis rasionalis dan logikanya secara teori tak perlu dipertanyakan lagi, belum lagi menilik bekal spiritual mereka yang diatas rata-rata orang biasa-seperti aku) seharusnya mampu menjadi pemilah antara yang negatif dan positif). Tapi ibarat jauh lubuk dari ikannya, ternyata mereka (walaupun tak semuanya) tak mampu berperilaku sesuai dengan predikat ilmiah yang disandangnya (maaf jika harus berkata vulgar seperti itu..). They are not able to walk their talk...sangat mengecewakan!!!

Ketiga, introspeksi untuk diriku sendiri menjadi urgent adanya. Aku hanyalah seorang wanita biasa yang meninggalkan tanah air lalu menginjakkan kaki di negeri indah ini dengan berbekal mimpi dan idealisme konyol untuk menjadi seseorang yang bisa berarti buat kampung dan agama. Mimpi dan idealisme konyol itulah yang kubuat sebagai perisai ditambah janji-janji manis pada mak dan bapakku untuk bisa merampungkan studyku di sini. Namun harus kuakui...hal itu juga mengahdirkan pergolakan bathin yang tidak ringan. Menguras energy dan menyita konsentrasiku. Seperti yang terjadi pada hari ini.
Hhh...Aku datang ke negeri ini dengan tujuan yang jelas....semoga perisai itu dengan doa yang kusandarkan pada Tuhanku mampu melindungiku dari hanyut dalam pusaran arus informasi dan ronrongan yang tak jelas.....karena aku hanya seorang wanita biasa....


Wollongong, 13th of Feb 2011
I love this town...but not the rumours

Wednesday, June 27, 2007

Another fight...

Hari ini kembali hati dan pikiranku berperang...
perang melawan bisikan hati yang sangat jahat...
dan aku berada di satu titik antara tidak tahu mana yang jahat dan mana yang baik...
mungkin sebagian atau bahkan semua orang akan berpikir aku ini edan...
iya..aku memang edan...so what...

Pagi hari ini ketika satu berita yang mengecewakan hati kuterima...aku ber-kamuflase, berusaha meyakinkan diri sendiri...I'm fine...nothing to worried about...it's all about being patient and to accept this dissapointment will take time...pertentangan hati agak te-redakan.

Siang hari ketika "another dissapointment" kuterima, hatiku mulai gelisah. Amplitudo-nya terasa lebih kuat. Terlebih karena ternyata kekecewaan yang pertama bukan-nya "terselesaikan" tapi ternyata hanya ter"supresi", dan efeknya menjadi dua kali lebih kuat ketika persoalan kedua muncul....

Sore hari, percakapan dengan seseorang membawa kekecewaan yang ketiga untuk hari ini...aku jatuh porak poranda. Marah pada diri sendiri. Aku kira selama ini kebesaran hatiku sudah terlatih...ternyata minus...

Yang lebih parah lagi, karena aku setuju untuk berkolaborasi dengan pikiranku untuk melawan kata hatiku...menyalahkan takdirku. Inilah yang kusebut dengan bisikan jahat. Bukannnya aku tersadar dengan "adanya tangan yang lebih berkuasa" di atas segala rencana dan keinginanku. Bukannya aku belajar "menerima" dan tetap melatih kebesaran hatiku...aku malah balik marah karena keinginan-ku tidak tercapai....Bukannya aku belajar mencari hikmah akan apa yang terjadi...

Aku kalah...gagal...nol besar. Kalah melawan bisikan jahat, gagal dengan kesabaran dan nol besar. What do I actually want ??? pretending??procrastination??denying??

Monday, June 25, 2007

absolutely idiot...

Bingung..
Begitu banyak hal yang menumpuk dikepalaku..meminta untuk diselesaikan..
bingungnya...karena hampir semuanya harus dilakukan dalam waktu yang bersamaan..
begonya..karena aku tau kalau sebenarnya aku bisa menyelesaikannya (Cos I know my capability and my limit).
tololnya.. karena aku tidak mau bergegas mengambil tindakan dan merencanakan segala sesuatunya dengan baik
gobloknya...karena walaupun aku tahu...aku tetap santai-santai saja
sintingnya...aku stress, depresi dan frustasi tapi tidak berinisiatif dan tetap lelet.huh!!
ribetnya...karena waktu-ku sudah hampir habis...dan aku hanya duduk saja disini, menulis di blog sambil mengeluh dan memaki diri sendiri tapi berharap satu "mukjizat" akan terjadi pada diriku..

this is what I normally call a stupidity...means a stupid girl from indonesia who nearly got a master degree yet remains fixed in her childish stereotype....absolutely idiot!!!

Sunday, June 3, 2007

Error in connection....

Mo nyelesai'in baca a novel named "rough medicine" written by..(eh koq lupa...)..gak bisa-bisa..
be-te siiyy soalnya...
pikiran bercabang....beranting dan berdaun (eh koq kayak pohon neehh)..
gimana mo bikin resensi-nya kalo begini.....
helllppppp....
lagi hampa neehh...
Otak-ku blank....sinaps-nya gak mau nyambung-nyambung satu dengan yang lain...
akibatnya hantaran sinyal gak jelas...berkabut dan error...jadinya tel-mi alias telat mikir...

I think I might need to do something to boost it up..
hmmmm....something crazy may be???
Some please do not call a police for this......@*#@)*&%&$$)*&%^&... ERROR!!!!!!!!!