Memilih kata untuk dirangkai menjadi kalimat yang tidak menyakiti siapa2 ternyata tidak gampang.
Seperti hari ini, galau hati menyeruak tatkala salah dalam berbicara menjungkir balikkan hati orang-orang tercinta. Demi Raja langit dan Bumi, maksud awal betul-betul tulus untuk jujur berbicara apa adanya. Benarlah kata orang2 bijak, terkadang kejujuran bisa berbalik menjadi bumerang buat diri sendiri, melukai tubuh dan mengoyakkan hati orang yang melemparkannya. Persahabatan yang terjaga pun akhirnya harus kandas di tengah jalan..luar biasa remuknya..
Inilah Qadla dan Qadar yang kuyakini kebenarannya,
Manusia tidak bisa menjadi sebab atas kejadian apapun dimuka bumi ini...
semua adalah kehendakNya..banyak ilmu yang harus dituai dari setiap kejadian sedih maupun bahagia. Hati2 dalam berbicara. Wara' dan Zuhud terhadap berkata-kata jauh lebih tinggi nilainya dibanding terhadap emas dan perak, sebab itu melambangkan seberapa kuat keinginan kita untuk menjaga hati. Dan jika DIA sudah menutupi aibmu dimalam hari, janganlah engkau membukanya dengan menceritakannya pada orang lain esok harinya..Huwallahul'alimul ghaib
Sunday, April 15, 2012
Friday, March 16, 2012
Antara Kita ber-dua
Sepenggal waktu subuh yang tersisa sehabis termenung...
Ketika hati berharap...bisikan syahdu mununtun...
Wahai ENGkau Penguasa langit dan bumi
ENGkau penguasa takhta yang agung
ENGkau yang nampak pada setiap detil karyaMu
ENGkau yang kepada jiwa dan kelangsungan hidupku bergantung
ENGkau yang Maha Pengasih dan Penyayang, Maha Mengetahui, Maha Berkehendak, Maha Mewujudkan...
aku berada disini atas izinMu
Atas segala keagungan namaMU...aku memohon
curahan keagungan sifatMU
limpahan ilmu yang bermanfaat
ilmu yang dapat membasuh jiwaku dari kekotoran
ilmu yang dapat membersihkan segala karat dihatiku
ilmu yang dapat menyucikan rohku dari kekeruhan
dan ilmu yang dapat membersihkan jiwaku dari aneka macam tabir yang menutupi cahayaMU
sebab tanpa semua itu, ilmuku hanyalah kegelapan
Terimalah...
Ketika hati berharap...bisikan syahdu mununtun...
Wahai ENGkau Penguasa langit dan bumi
ENGkau penguasa takhta yang agung
ENGkau yang nampak pada setiap detil karyaMu
ENGkau yang kepada jiwa dan kelangsungan hidupku bergantung
ENGkau yang Maha Pengasih dan Penyayang, Maha Mengetahui, Maha Berkehendak, Maha Mewujudkan...
aku berada disini atas izinMu
Atas segala keagungan namaMU...aku memohon
curahan keagungan sifatMU
limpahan ilmu yang bermanfaat
ilmu yang dapat membasuh jiwaku dari kekotoran
ilmu yang dapat membersihkan segala karat dihatiku
ilmu yang dapat menyucikan rohku dari kekeruhan
dan ilmu yang dapat membersihkan jiwaku dari aneka macam tabir yang menutupi cahayaMU
sebab tanpa semua itu, ilmuku hanyalah kegelapan
Terimalah...
Monday, March 12, 2012
Sebuah Pinta...
Jikalau ada yang ingin KAU ambil dari diriku...
Ambillah dan cabutlah semua rasa cintaku pada mahlukMU,
biarkan aku berputus asa dari mereka
Jangan biarkan ada ruang yang tersisa kecuali untukMU
Hingga ketika ada perih bersemayam...
biarkanlah perih itu karena tajamnya kerikil menggapaiMU...bukan yang lain
Karena ketika ada airmata yang jatuh
biarkanlah airmata itu karena penyesalan mencinta selainMU...bukan yang lain
Terimalah...
Ambillah dan cabutlah semua rasa cintaku pada mahlukMU,
biarkan aku berputus asa dari mereka
Jangan biarkan ada ruang yang tersisa kecuali untukMU
Hingga ketika ada perih bersemayam...
biarkanlah perih itu karena tajamnya kerikil menggapaiMU...bukan yang lain
Karena ketika ada airmata yang jatuh
biarkanlah airmata itu karena penyesalan mencinta selainMU...bukan yang lain
Terimalah...
Friday, March 9, 2012
Al Hikam...
Benar-benar hati itu dibolak-balik setiap hari..setiap saat oleh Sang Pemegang. Kebaikan dan kejahatan berbisik di dalamnya setiap detik, tidak akan meninggalkan jeda walau sesaat. Karena itu jangan pernah melangkah dengan setitik rasa angkuh dalam hati. Hendak berjalan dan melalui waktu tanpa meminta perlindungan dari Sang Pemilik Waktu. Pernahkah kita merenung...bisa apa kita jikalau DIA mencabut rahmatNYA...duhh yang ada hanya neraka dunia dan akhirat..
Hari ini kejadian itu berlaku atas diriku. Semua rencana meeting untuk riset sudah kupersiapkan dengan sangat matang.Dengan langkah yang sangat percaya diri..pertemuan itu berlangsung. Hasilnya sangat jauh dari prasangkaku...berantakan luar biasa
Rabb..aku telah mendzalimi diriku sendiri. Ketika yang terjadi semua diluar rencana, yang tersisa adalah kekecewaan dan rasa malu yang luar biasa. KAU hijab hatiku dari ilmu dan rahmatMU seketika hingga kelu lidah ini rasanya. Hilang cahaya dalam hati dan redup pemahamanku..Ampuni aku YA ILAH
Tapi Engkau Maha Penyantun. Menegur dengan sangat halus..meninggalkan hikmah luar biasa. Jika yang terjadi seperti yang kuinginkan..maka itu sesungguhnya atas izinMU. Namun jika sebaliknya..maka itu adalah kasih sayangMU, menetapkan yang buruk (menurutku) atas diriku agar langkahku tak goyah menghiba pertolonganMU...
Hari ini kejadian itu berlaku atas diriku. Semua rencana meeting untuk riset sudah kupersiapkan dengan sangat matang.Dengan langkah yang sangat percaya diri..pertemuan itu berlangsung. Hasilnya sangat jauh dari prasangkaku...berantakan luar biasa
Rabb..aku telah mendzalimi diriku sendiri. Ketika yang terjadi semua diluar rencana, yang tersisa adalah kekecewaan dan rasa malu yang luar biasa. KAU hijab hatiku dari ilmu dan rahmatMU seketika hingga kelu lidah ini rasanya. Hilang cahaya dalam hati dan redup pemahamanku..Ampuni aku YA ILAH
Tapi Engkau Maha Penyantun. Menegur dengan sangat halus..meninggalkan hikmah luar biasa. Jika yang terjadi seperti yang kuinginkan..maka itu sesungguhnya atas izinMU. Namun jika sebaliknya..maka itu adalah kasih sayangMU, menetapkan yang buruk (menurutku) atas diriku agar langkahku tak goyah menghiba pertolonganMU...
Wednesday, March 2, 2011
Monday, February 28, 2011
Tragedi Lontong-Bubur-Lontong-Bubur Ayam (LBLBA)....
Bingung kan???
Hehehe..ntar dulu, bingung nya disingkirin dulu..trus baca bagaimana kronologis kisahnya, lalu kita mencari hikmah apa yang terkandung dibalik tragedi bolak-balik lontong-bubur-lontong-bubur ayam-(LBLBA)..yang jelas tragedi ini dianggap mampu menampik kekuatan magis dibalik pepatah "Nasi sudah menjadi bubur...ehh salah.. Lontong sudah menjadi bubur" yang termashyur itu.
Adalah satu kebiasaan dikalangan komunitas kecil umat Islam di wilayah tempat tinggal kami untuk rutin mengadakan pengajian sekali setiap bulannya. Jujur saja, karena jumlah populasi kami tidak banyak ditambah kesibukan masing-masing membuat kami merasa "dekat tapi jauh"...sehingga acara pengajian bulanan seperti ini bukan hanya dijadikan sebagi ajang pengajian dan ceramah agama semata, tetapi juga dijadikan untuk ritual update perkembangan informasi terkini...hehehe, maklum pada numplek serentak di satu tempat..yaaa gitu deh :)
Terkadang bagi sebagian ibu-ibu, ritual pengajian ini juga merupakan ajang uji nyali keterampilan masak-memasak mereka dan penyebarluasan resep-resep masakan mutakhir, terlebih bagi mereka yang kebagian jatah menjadi seksi konsumsi untuk bulan pengajian yang sedang berjalan.
Nah...entry point tragedi LBLBA ini bermula ketika salah seorang sahabat yang sedang hamil tua ditambah beberapa ibu-ibu cantik lainnya kebagian jatah sebagai seksi konsumsi pengajian bulan ini (setelah kegiatan ini absen selama dua bulan). Setelah melewati diskusi alot (mungkin tanpa notulen dan tanpa teh kotak juga yaaakk :)) diputuskanlah menu kali ini lontong gurih (maaf nama menu makanan terpaksa disamarkan untuk menghindari intimidasi pemesanan yang berlebihan..hehehhe).
Aku pada akhirnya menawarkan bantuan masak lontong kepada sahabat tadi dengan tiga alasan:
pertama, sebab kondisinya yang sedang hamil (gak kebayang betapa melelahkanya melakukan kegiatan berdiri didepan kompor sepanjang hari untuk memasak dengan kondisi perut setengah mau meledak seperti itu...). Dengan bekal pengetahuan medis seadanya-aku setidaknya bisa menduga beberapa kondisi patologis yang bisa dialami oleh sang sahabat tadi karena kelamaan berdiri. Mulai dari hipotensi ortostatik-yang dapat menyebabkan tekanan darah anjlok ke titik terendah, kram dan kelelahan otot, sesak nafas, kaki bengkak, urin tertahan dan lain sebagainya...pokoknya sensasinya gak nyaman-lah.
Kedua, karena aku merasa masak lontong bukanlah hal yang agak berat (terlepas dari kondisi hamil...dan masaknya lontong doang loh yaaa..gak pakai manggil teman-temannya yang lain...ribet). Plus aku sudah merasa sangat percaya diri dengan kemampuan memasak lontong ku yang sudah teruji oleh waktu...ceilahh..
Ketiga, aku merasa punya banyak waktu sehingga bisa masak dengan perasaan rileks.
Setelah semua tetek bengek yang berhubungan dengan pembuatan lontong telah siap, maka acara masak-memasakpun kumulai pukul 10.30 malam..(ini juga mulainya agak telat karena baru beres ngerjain yang lain...heheheh sok sibuk banget euy..) dengan estimasi bahwa lontong akan matang sekitar pukul 11.30-12.00 malam..sehingga masih cukup waktu untuk tidur malam. Jeda waktu sejam setengah kugunakan untuk bermain internet. Pukul 11.00 aku beranjak dari kursi untuk sekedar mengintip apa yang terjadi dengan lontongnya..ternyata sang beras baru saja merekah...aku balik ke meja kerja. Pukul 11.30 aku balik lagi ke kompor..ehh ternyata belum matang, namun air kukusan agak menyusut...tambah air deh... akhirnya Jam 12.30..aku balik ngintip si lontong...astagaaa...berasnya terburai keluar dari kantong lontong dan sekarang berubah menjadi bubur....(panik mode on)..
To be continued....
Hehehe..ntar dulu, bingung nya disingkirin dulu..trus baca bagaimana kronologis kisahnya, lalu kita mencari hikmah apa yang terkandung dibalik tragedi bolak-balik lontong-bubur-lontong-bubur ayam-(LBLBA)..yang jelas tragedi ini dianggap mampu menampik kekuatan magis dibalik pepatah "Nasi sudah menjadi bubur...ehh salah.. Lontong sudah menjadi bubur" yang termashyur itu.
Adalah satu kebiasaan dikalangan komunitas kecil umat Islam di wilayah tempat tinggal kami untuk rutin mengadakan pengajian sekali setiap bulannya. Jujur saja, karena jumlah populasi kami tidak banyak ditambah kesibukan masing-masing membuat kami merasa "dekat tapi jauh"...sehingga acara pengajian bulanan seperti ini bukan hanya dijadikan sebagi ajang pengajian dan ceramah agama semata, tetapi juga dijadikan untuk ritual update perkembangan informasi terkini...hehehe, maklum pada numplek serentak di satu tempat..yaaa gitu deh :)
Terkadang bagi sebagian ibu-ibu, ritual pengajian ini juga merupakan ajang uji nyali keterampilan masak-memasak mereka dan penyebarluasan resep-resep masakan mutakhir, terlebih bagi mereka yang kebagian jatah menjadi seksi konsumsi untuk bulan pengajian yang sedang berjalan.
Nah...entry point tragedi LBLBA ini bermula ketika salah seorang sahabat yang sedang hamil tua ditambah beberapa ibu-ibu cantik lainnya kebagian jatah sebagai seksi konsumsi pengajian bulan ini (setelah kegiatan ini absen selama dua bulan). Setelah melewati diskusi alot (mungkin tanpa notulen dan tanpa teh kotak juga yaaakk :)) diputuskanlah menu kali ini lontong gurih (maaf nama menu makanan terpaksa disamarkan untuk menghindari intimidasi pemesanan yang berlebihan..hehehhe).
Aku pada akhirnya menawarkan bantuan masak lontong kepada sahabat tadi dengan tiga alasan:
pertama, sebab kondisinya yang sedang hamil (gak kebayang betapa melelahkanya melakukan kegiatan berdiri didepan kompor sepanjang hari untuk memasak dengan kondisi perut setengah mau meledak seperti itu...). Dengan bekal pengetahuan medis seadanya-aku setidaknya bisa menduga beberapa kondisi patologis yang bisa dialami oleh sang sahabat tadi karena kelamaan berdiri. Mulai dari hipotensi ortostatik-yang dapat menyebabkan tekanan darah anjlok ke titik terendah, kram dan kelelahan otot, sesak nafas, kaki bengkak, urin tertahan dan lain sebagainya...pokoknya sensasinya gak nyaman-lah.
Kedua, karena aku merasa masak lontong bukanlah hal yang agak berat (terlepas dari kondisi hamil...dan masaknya lontong doang loh yaaa..gak pakai manggil teman-temannya yang lain...ribet). Plus aku sudah merasa sangat percaya diri dengan kemampuan memasak lontong ku yang sudah teruji oleh waktu...ceilahh..
Ketiga, aku merasa punya banyak waktu sehingga bisa masak dengan perasaan rileks.
Setelah semua tetek bengek yang berhubungan dengan pembuatan lontong telah siap, maka acara masak-memasakpun kumulai pukul 10.30 malam..(ini juga mulainya agak telat karena baru beres ngerjain yang lain...heheheh sok sibuk banget euy..) dengan estimasi bahwa lontong akan matang sekitar pukul 11.30-12.00 malam..sehingga masih cukup waktu untuk tidur malam. Jeda waktu sejam setengah kugunakan untuk bermain internet. Pukul 11.00 aku beranjak dari kursi untuk sekedar mengintip apa yang terjadi dengan lontongnya..ternyata sang beras baru saja merekah...aku balik ke meja kerja. Pukul 11.30 aku balik lagi ke kompor..ehh ternyata belum matang, namun air kukusan agak menyusut...tambah air deh... akhirnya Jam 12.30..aku balik ngintip si lontong...astagaaa...berasnya terburai keluar dari kantong lontong dan sekarang berubah menjadi bubur....(panik mode on)..
To be continued....
Tuesday, February 22, 2011
Narsis- Narcisist, Narcisism- Percaya Diri Over Dosis
Entah kenapa tiba-tiba saja rasanya ingin menulis sesuatu yang ber-temakan "Narsis", padahal kalau ditimbang-timbang terminologi ini bukanlah sesuatu yang baru dan gak ada istimewanya sama sekali ;)
Hanya saja belakangan ini aku merasakan pengalaman yang sempat memberikan efek transient hurt feeling yang luar biasa, membuatku berfikir "am I too weird?"..."was anything wrong with me?"...gilllaaa..
Karena tak ingin larut dalam kegelisahan dan kegilaan yan berkepanjangan, sense of feeling-ku sebagai seorang dokter akhirnya tertantang juga...mencoba menegakkan diagnosa dan memberikan terapi terhadap setiap keluhan dan gejala yang kurasakan...hasilnya??? N.i.h.i.l..
dan untuk sekedar menenangkan hati, aku dengan se-enaknya menyimpulkan sendiri " I might be suffered from -anxiety of unknown origin-"...gelisah tanpa sebab...
Sebenarnya gelisah bukan tanpa sebab, hanya karena gak mau diomongin saja hehehhe...khawatir ada yang merasa hahahha...
Setelah kupikir-pikir (maap yee...hari ini aku lagi rajin mikir..), kayaknya ada yang masang jebakan "narsis" neehhh...dan kayaknya lagi nihh..cara masang jebakannya cukup bagus....buktinya banyak yang terperangkap...tanpa sadar malahhhh ..waakkkkss!!
Banyak orang yang terjebak dalam lingkaran narsisme-apapun itu konteksnya- tanpa sadar (mungkin termasuk saya juga...), dalam konsep dan intensitas yang berbeda. Narsis adalah sifat, narsist adalah bendanya-atau orang yang kelakuannya kudu muji diri sendiri-narsis mulu..sedangkan narsism adalah faham atau anggapan yang dianut oleh seseorang yang selalu merasa kagum dengan dirinya sendiri..selalu merasa benar dengan dirinya sendiri dan selalu merasa paling baik sendiri...
ingat yaa..harus ada kata "selalu" yang menyertainya..., makanya aku lebih senang menyebutnya dengan PDOD (Percaya Diri Over Dosis...terlaluhhhhh!!)
Sebenarnya narsis itu bisa diibaratkan seperti obat. Bukanlah sesuatu yang jelek (malah bisa berdampak positif-efek plasebo) jika digunakan dalam situasi dan konsep yang benar plus dosis yang cukup. Dalam kondisi yang seperti ini, narsis mampu menyebarkan energi positif dan men-stimulasi motivasi internal maupun eksternal...yang pada akhirnya mampu membuat seseorang menjadi lebih produktif dan kreatif. Tapi ingat lho!!! narsis yang beginian sifatnya situasional dan konseptual...heheheheh
Nah..apa yang terjadi jika narsisnya over dosis??? (ini nihh yang bisa bikin orang lain keblingeeerrr....)
Orang yang terjebak dalam pribadi seperti ini biasanyaaaaa gak akan pernah merasa kalo dia itu lagi PDOD..(ihh bener lho!! amit-amit). Setiap kata yang diucapkannya akan berkahir dengan pujian atau perasaan kagum terhadap diri sendiri secara tersurat maupun tersirat. Yang tentunya akan membuat orang lain (terutama yang mendengarnya) merasa tergila-gila.....pengen muntah..hehehhe. Hebatnya lagi, karena orang2 dengan kepribadian PDOD seperti ini justru mampu membuat orang lain yang merasa "sakit jiwa" yang berujung pada justifikasi diri sendiri...sementara dia-nya sendiri asyik-asyik saja dengan ke-gilaannya...hebat euy..
Dalam istilah medik, orang-orang seperti ini diklasifikasikan ke dalam golongan "Narcissistic Personality Disorder"...keren kan?? Orang-orang yang tergolong dalam mahzab ini akan menggunakan segala cara termasuk memanfaatkan atau menjatuhkan teman sendiri untuk memenuhi keinginannya, terutama untuk memuaskan rasa kagum pada diri sendiri... Naudzubillahi Min Dzalik!!!
I couldn't even imagine if i am surrounded by this kind of people, unfortunately, honestly, undoubtedly, recently...I do...wakkksssss!!!
Hanya saja belakangan ini aku merasakan pengalaman yang sempat memberikan efek transient hurt feeling yang luar biasa, membuatku berfikir "am I too weird?"..."was anything wrong with me?"...gilllaaa..
Karena tak ingin larut dalam kegelisahan dan kegilaan yan berkepanjangan, sense of feeling-ku sebagai seorang dokter akhirnya tertantang juga...mencoba menegakkan diagnosa dan memberikan terapi terhadap setiap keluhan dan gejala yang kurasakan...hasilnya??? N.i.h.i.l..
dan untuk sekedar menenangkan hati, aku dengan se-enaknya menyimpulkan sendiri " I might be suffered from -anxiety of unknown origin-"...gelisah tanpa sebab...
Sebenarnya gelisah bukan tanpa sebab, hanya karena gak mau diomongin saja hehehhe...khawatir ada yang merasa hahahha...
Setelah kupikir-pikir (maap yee...hari ini aku lagi rajin mikir..), kayaknya ada yang masang jebakan "narsis" neehhh...dan kayaknya lagi nihh..cara masang jebakannya cukup bagus....buktinya banyak yang terperangkap...tanpa sadar malahhhh ..waakkkkss!!
Banyak orang yang terjebak dalam lingkaran narsisme-apapun itu konteksnya- tanpa sadar (mungkin termasuk saya juga...), dalam konsep dan intensitas yang berbeda. Narsis adalah sifat, narsist adalah bendanya-atau orang yang kelakuannya kudu muji diri sendiri-narsis mulu..sedangkan narsism adalah faham atau anggapan yang dianut oleh seseorang yang selalu merasa kagum dengan dirinya sendiri..selalu merasa benar dengan dirinya sendiri dan selalu merasa paling baik sendiri...
ingat yaa..harus ada kata "selalu" yang menyertainya..., makanya aku lebih senang menyebutnya dengan PDOD (Percaya Diri Over Dosis...terlaluhhhhh!!)
Sebenarnya narsis itu bisa diibaratkan seperti obat. Bukanlah sesuatu yang jelek (malah bisa berdampak positif-efek plasebo) jika digunakan dalam situasi dan konsep yang benar plus dosis yang cukup. Dalam kondisi yang seperti ini, narsis mampu menyebarkan energi positif dan men-stimulasi motivasi internal maupun eksternal...yang pada akhirnya mampu membuat seseorang menjadi lebih produktif dan kreatif. Tapi ingat lho!!! narsis yang beginian sifatnya situasional dan konseptual...heheheheh
Nah..apa yang terjadi jika narsisnya over dosis??? (ini nihh yang bisa bikin orang lain keblingeeerrr....)
Orang yang terjebak dalam pribadi seperti ini biasanyaaaaa gak akan pernah merasa kalo dia itu lagi PDOD..(ihh bener lho!! amit-amit). Setiap kata yang diucapkannya akan berkahir dengan pujian atau perasaan kagum terhadap diri sendiri secara tersurat maupun tersirat. Yang tentunya akan membuat orang lain (terutama yang mendengarnya) merasa tergila-gila.....pengen muntah..hehehhe. Hebatnya lagi, karena orang2 dengan kepribadian PDOD seperti ini justru mampu membuat orang lain yang merasa "sakit jiwa" yang berujung pada justifikasi diri sendiri...sementara dia-nya sendiri asyik-asyik saja dengan ke-gilaannya...hebat euy..
Dalam istilah medik, orang-orang seperti ini diklasifikasikan ke dalam golongan "Narcissistic Personality Disorder"...keren kan?? Orang-orang yang tergolong dalam mahzab ini akan menggunakan segala cara termasuk memanfaatkan atau menjatuhkan teman sendiri untuk memenuhi keinginannya, terutama untuk memuaskan rasa kagum pada diri sendiri... Naudzubillahi Min Dzalik!!!
I couldn't even imagine if i am surrounded by this kind of people, unfortunately, honestly, undoubtedly, recently...I do...wakkksssss!!!
Subscribe to:
Posts (Atom)